Bahaya hingga Mematikan, Pahami Polusi Udara!

0
22
Memahami Polusi Udara
Polusi udara tidak bisa dihindari namun bisa dicegah.

picolozine.com, Sudah menjadi hal yang lazim bahwa polusi udara sangat memengaruhi kesehatan tubuh. Pasalnya kualitas udara yang buruk memberikan dampak yang sangat berbahaya. Sebab hal ini memengaruhi kualitas dua unsur penting kebutuhan pokok hidup manusia, yaitu kebersihan air dan udara.

Polusi udara dapat diartikan sebagai udara yang tercemar. Pencemaran terjadi akibat unsur zat yang terbakar, bisa berupa zat fisika, kimia atau biologi di atmosfer bumi. Dampaknya bukan saja membahayakan kesehatan manusia melainkan seluruh makhluk hidup yang tinggal di bumi.

Sebenarnya polusi dihasilkan dari dampak pemakaian kendaraan, limbah industri, atau gas sisa pembakaran. Keseluruhan hal tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan, sandang dan papan seluruh umat manusia di bumi. Maka tidak salah bila mengatakan bahwa pencemaran udara menyebabkan bahaya pada manusia yang disebabkan untuk kepentingan manusia itu sendiri.

Dampak dari polusi udara berdasarkan data WHO sangat memprihatinkan. Badan Organisasi Kesehatan Dunia ini menyebutkan polusi udara telah menyebabkan kematian pada anak di bawah usia 5 tahun. Totalnya ada 25 persen dari seluruh jumlah kematian tersebut.

Berikut ini adalah hal-hal yang perlu dipahami soal polusi udara yang membahayakan bahkan mampu menyebabkan kematian:

Polusi Udara yang membahayakan
Anak-anak paling mudah terkena penyakit akibat polusi udara.

1.Mempengaruhi Kesehatan

Kenyataannya, polusi udara memberikan bahaya yang amat kompleks pada kesehatan manusia. Pengaruh yang didapatkan dari udara yang tercemar ini akan berbeda antara satu dengan lainnya. Pengaruhnya dapat berupa mengganggu sistem pernapasan ataupun sistem peredaran darah. Secara khusus dapat berupa penyakit diare, malaria, atau pneumonia (radang paru-paru).

Direktur Jenderal WHO, Margaret Chan mengatakan bahwa polusi udara menjadi salah satu bahaya yang mematikan pada manusia, terutama pada anak-anak. Belum memiliki sistem kekebalan tubuh yang kuat dan saluran nafas yang pendek menjadi penyebab anak-anak mudah menerima dampak polusi udara.

Bukan hanya anak-anak, janin dalam kandungan juga bisa terkena dampak bahaya. Apabila sedari janin telah menghirup udara yang tercemar ini bisa berlanjut hingga usia anak-anak. Seseorang yang memiliki sakit pernapasan seperti asma atau radang paru-paru biasanya sudah dapat terdeteksi sedari bayi.

Akibat dari paparan polusi yang akut ini adalah respon paru-paru terhadap udara bersih menjadi berkurang. Hal ini dapat menghambat jalannya udara yang masuk. Bukan hanya itu, polusi menghasilkan senyawa karbon monoksida yang dapat memengaruhi kadar oksigen dalam darah. Oksigen memiliki peran yang sangat penting dalam melancarkan peredaran darah dari seluruh tubuh menuju jatung begitu pula sebaliknya. Dampak dari itu semua adalah rentan terhadap kerusakan sumsum tulang serta kerusakan fungsi ginjal dan saraf.

Tingkat bahaya dari yang biasa hingga mematikan dipengaruhi oleh waktu. Semakin lama dengan intensitas yang tinggi seseorang terkena paparan polusi maka akan semakin tinggi tingkat bahaya kesehatan yang Ia terima, begitu pula sebaliknya. Maka perlunya pencegahan yang dilakukan untuk meminimalisir dampaknya.

2.Luar dan Dalam Ruangan

Banyak yang mengira bahwa udara yang tercemar hanya terjadi di luar ruangan, seperti di jalan raya. Padahal pada kenyataannya, bahaya polusi udara yang dihasilkan dari dalam ruangan bisa lima kali lebih tinggi. Contoh kasusnya seperti asap dari kayu bakar yang digunakan untuk memasak, penggunaan produk rumah tangga yang terbuat dari bahan kimia, atau kendaraan yang dipanaskan.

Anak-anak rentan menerima polusi rumah tangga karena banyak menghabiskan waktu di dalam rumah. Kualitas udara dalam ruangan sangat dipengaruhi oleh emisi karbon yang dihasilkan dan ventilasi rumah. Apabila emisi karbon tinggi dan dibarengin ventilasi yang tidak baik maka bisa dipastikan kualitas udara akan buruk lagi membahayakan kesehatan.

3.Mengurangi Bahaya

Polusi udara memang disebabkan oleh pabrik industri dan kendaraan umum. Namun tentu pekerjaan yang sulit bahkan mustahil untuk dilakukan apabila harus menutup pabrik atau menghentikan penggunaan kendaraan. Ada langkah kecil yang dalam dilakukan secara individu dalam mengurangi pencemaran udara. Meskipun kecil, akan membawa perubahan yang berdampak baik pada kesehatan juga mengurangi pencemaran.

Hal-hal yang dapat dilakukan seperti mengurangi asap rokok (bila perlu tidak usah merokok), atur ventilasi rumah dengan baik, membersihkan barang-barang dari debu, tidak menyimpan sampah dalam rumah, mengurangi pemakaian kendaraan, tidak membakar sampah, dan mengurangi pemakaian produk berbahan gas sempro.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here