Dexamethasone jadi Obat Corona yang Ampuh Tangani Gejala Parah

0
12
Obat Corona
Dexamethasone jadi Obat Corona yang Ampuh Tangani Gejala Parah

Picolozine.com, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan dexamethasone merupakan obat corona yang paling efektif melawan virus corona pada pasien kondisi parah. Obat tersebut selama ini memang sudah digunakan dalam dunia kesehatan untuk berbagai kondisi. Seperti misalnya sakit rematik, sakit kulit, alergi parah, asma, penyakit paru, infeksi pernapasan pada anak, pembengkakan otak, dan sakit mata pasca operasi mata. Tidak hanya itu, dexamethasone juga digunakan dengan antibiotik pada kasus tuberkulosis.

Direktur Jenderal WHO Tedros Ghebreyesus mengatakan dalam penanganan virus Corona saat ini menunjukkan bahwa dua obat lain juga mampu meredakan gejala Covid-19. Obat itu merupakan remdesivir dan interferon, namun hanya memiliki sedikit atau tidak ada efek dalam mencegah kematian akibat virus Corona.

“Untuk saat ini, dexamethasone kortikosteroid masih satu-satunya terapi yang terbukti efektif melawan Covid-19, terutama untuk pasien dengan penyakit parah,” kata Tedros.

Banyak kasus Covid-19 dengan gejala serius yang disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh. Akibat itu timbul reaksi berlebihan terhadap virus corona yang menyebabkan penyakit tersebut menyerang jaringan dan sel yang sehat. Terjadi peradangan dan kerusakan pada paru-paru dan organ tubuh lainnya. Dokter menggunakan kelas obat yang disebut kortikosteroid  deksametason  untuk membantu menjinakkan atau meringankan respons tersebut.

“Kami tahu obat ini sangat baik. Ini telah digunakan untuk banyak tujuan lain, dan kami mengetahui profil efek sampingnya dan apa yang dapat dilakukannya pada tubuh, “kata Dr. Venkateshaiah.

Penggunaan dexamethasone sebagai pengobatan virus Corona bermula dari keberhasilan uji coba Recovery yang dilakukan oleh para peneliti di Inggris Raya. Dalam studi tersebut, pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit dan menerima dexametason hingga 10 hari, memiliki lebih kecil kemungkinan untuk meninggal dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi dexamethasone. Manfaat itu terlihat pada pasien dengan kategori cukup parah yang memiliki kadar oksigen kurang dari 93% atau membutuhkan oksigen tambahan.

 “Tidak ada penelitian lain yang dapat saya ingat yang telah mengubah praktik hampir dalam semalam di seluruh dunia seperti yang dilakukan ini,” kata Dr. Venkateshaiah.

Obat ini tergolong dalam obat keras, sehingga dapat menimbulkan efek samping yang serius. Segera cari bantuan medis jika timbul reaksi seperti alergi, gatal-gatal, kesulitan bernapas, serta pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan. Selain itu, segera periksakan diri ke dokter jika mengalami efek samping.

Dexamethasone merupakan obat corona yang dikonsumsi melalui mulut atau diberikan melalui infus kepada pasien yang sakit parah. Obat ini juga seringkali diberikan secara bersamaan dengan remdesivir. Akan tetapi Dr. Venkateshaiah menekankan, bahwa dokter harus berhati-hati dengan pemberian dosisnya. “Terlalu banyak mengonsumsi obat ini berpotensi menempatkan pasien pada risiko infeksi baru, terutama infeksi bakteri, atau bahkan infeksi jamur,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here