Efek Samping Kateterisasi Jantung dan Siapa Saja yang Boleh Menjalaninya?

0
17
efek samping kateterisasi jantung
Ada sejumlah efek samping kateterisasi jantung yang perlu diketahui.

Picolozine.com, Ketika seseorang mengalami permasalahan pada jantungnya sering kali ada saran untuk melakukan kateriasasi jantung. Lalu sebenarnya apa yang dimaksud katerisasi jantung serta apakah efek samping kateterisasi jantung?

Katerisasi jantung merupakan salah satu prosedur medis yang memiliki tujuan untuk mendeteksi kondisi jantung. Selain itu kateresasi ini dapat dikatakan dapat menggunakan kateter yaitu sebuah alat yang menyerupai selang tipis yang berukuran panjang dan dimasukan ke dalam pembuluh darah, lalu diarahkan menuju jantung.

Dengan melakukan kateterisasi jantung dan dibantu dengan foto Rontgen dan zat pewarna (kontras) dokter dapat mengamati pembuluh darah jantung (kororner), melalui proses itu dapat diketahui apakah ada sumbatan atau plak di dalam pembuluh darah kororner.

Tindakan yang disebut sebagai angiografi koroner ini menjadi salah satu jenis tindakan kateterisasi jantung yang paling sering dilakukan. Selain melakukan foto Rontgen, kateterisasi jantung bisa dikombinasikan dengan USG.

Kateterisasi Berdasarkan Keperluan

Adapun indikasi kateterisasi jantung dapat dilakukan, baik untuk keperluan diagnosis maupun tindakan pengobatan penyakit jantung. Berikut sejumlah contoh untuk keperluan diagnosis:

  • Pertama, perlu adanya pemeriksaan apakah ada penyempitan serta penyumbatan pembuluh darah koroner atau penyakit jantung koroner yang menyebabkan nyeri di bagian dada.
  • Selanjutnya, pengambilan sampel pada jaringan jantung yang nantinya akan diperiksa di bagian bawah mikroskop atau biopsi. Guna melihat kemungkinan kardiomiopati atau miokarditis.
  • Memeriksa permasalahan pada katup jantung atau penyakit katup jantung.
  • Memeriksa apakah ada penurunan pada kemampuan bilik janung dalam memompa darah pada kondisi gagal jantung.
  • Memeriksa tekanan serta kadar oksigen di dalam bagian-bagian jantung yang seringkali mengalami masalah pada kondisi hipotensi pulmonal.
  • Memeriksa adanya dugaan kelainan jantung bawaan atau kelainan jantung kongenital.

Selain itu, berikut contoh kateterisasi jantung untuk perluan pengobatan:

Efek samping kateterisasi. Salah satu prosedur kateterisasi jantung yaitu memasang ring untuk melebarkan pembuluh darah yang tersumbat.
  • Melakukan tindakan angioplasti yaitu pelebaran pembuluh darah yang mengalami penyumbatan dengan menggunakan balon. Tindakan ini biasa disebut pemasangan ring atau Istent.
  • Memperbaiki otot jantung yang mengalami penebalan abnormal yang mengalami hypertrophic obstructive cardiomyopathy.
  • Melakukan perbaikan katup jantung atau menggantinya dengan katup buatan.
  • Menutup lubang yang terdapat pada jantung akibat kelainan jantung bawaan.
  • Mengatasi terjadinya artimia pada jantung.

Prosedur lain dari kateteriasi jantung adalah dengan melakukan pengambilan sample dari jaringan otot jantung atau melakukan bedah kecil. Namun adakah efek samping kateterisasi jantung?

Efek Samping Kateterisasi Jantung

Meski dikatakan jarang terjadi adanya komplikasi, dalam tindakan kateterisasi jantung tetap memiliki resiko. Berikut beberapa kemungkinan efek samping kateterisasi jantung yang dapat terjadi:

  • Luka memar dan bengkak di likasi tempat selang kateter dimasukan.
  • Mengalami pendarahan
  • Mengalami serangan jantung
  • Mengalami stroke
  • Terjadi trauma pada pembuluh darah atau pada bagian jantung yang dilewati oleh selang kateter.
  • Irama jantung menjadi tidak teratur
  • Terjadinya reaksi alergi dan mual yang diakibatkan oleh penggunaan zat warna (kontras) yang digunakan untuk melihat bagian-bagian jantung serta pembuluh darah.
  • Terjadinya infeksi
  • Terjadi pembetukan bekuan darah
  • Mengalami kerusakan ginjal, terutama ketika keteterisasi menggunakan zat warna kontras.  

Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Jalani Kateterisasi Jantung

Sebelum menjalani prosedur kateterisasi jantung perlu ada hal yang diketahui. Ada beberapa kondisi yang bisa menyebabkan pasien tak diperbolehkan untuk menjalani kateterisasi jantung atau diperlukan suatu pertimbangan khusus. Kondisi-kondisi ini antara lain:

  • Pasien yang mengalami gagal ginjal akut.
  • Penderita gangguan pembekuan darah.
  • Penderita stroke.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap kontras.
  • Pasien yang menderita pendarahan saluran pencernaan.
  • Aritmia.
  • Pasien penderita hipertensi yang tak terkontrol.
  • Anemia.
  • Mengalami gangguan elekrolit.
  • Atau yang sedang mengalami infeksi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here