Jangan Hentikan Perbaikan Gizi Anak Stunting Setelah 2 Tahun

0
22
Anak stunting perlu terus mendapat perbaikan gizi
Jangan hentikan perbaikan gizi anak stunting

Picolozine.com, Jumlah stunting di Indonesia menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) masih terbilang cukup tinggi yaitu berada di angka 30 persen. Meskipun angka ini sudah turun dari sebelumnya 37 persen. Namun, angka tersebut masih belum bisa dimaklumi, sebab idealnya angka stunting hanyalah 20 persen saja.

Tahukah kamu bahwa tidak hanya mempengaruhi postur tubuh anak yang kerdil saja, tetapi bisa juga menyebabkan kurangnya kecerdasan pada anak juga, lho.

Meskipun berbagai upaya sudah dilakukan pemerintah mengatasi penyakit ini, tetap saja angka ini masih terbilang tinggi. Indonesia merupakan negara tertinggi keempat yang menderita penyakit tertinggi di dunia jika mengacu pada data Kementerian Kesehatan 2018.

Cara menghindari Stunting pada anak
Masalah Stunting yang bisa menyerang bayi

Karena terbilang cukup bahaya, strategi mengatasi penyakit ini menjadi topik pembahasan saat debat ketiga calon Wakil Presiden, Ma’ruf Amin dan Sandiaga Uno, beberapa waktu lalu.

Diangkatnya isu stunting ketika debat ini berarti masalah gizi ini yang cukup mendapat perhatian lebih dari pemerintah. Namun sayangnya, pemahaman kedua calon wakil presiden ini masih kurang dalam. Terkhususnya mengenai masalah penanganan lanjut setelah anak berusia lebih dari dua tahun.

Menurut Ahli gizi, pemberian susu setelah anak berusia dua tahun masih memberikan kontribusi terutama bagi kemampuan kognisi anak. Hanya saja tidak seoptimal ketika 1000 hari pertama kehidupannya.

Adalah pemikiran yang keliru jika menganggap intervensi gizi hanya terbatas usia 2 tahun. Sebab tidak ada kata terlambat untuk mengatasi masalah penyakit ini.

Sel-sel otak pada anak itu tumbuh paling pesat sekitar 80 persen sampai berusia 3 tahun. Sehingga selama usia emas ini anak harus tetap terus mendapatkan perbaikan gizi akan mengalami penambahan kemampuan kognisi yang cukup signifikan.

Tentunya tidak mungkin anak penderita penyakit kekurangan gizi ini tumbuh secara optimal. Tetapi jika terus diberikan intervensi gizi setelah usianya 2 tahun, perkembangannya lebih lumayan jika dibandingkan yang tidak.

Stunting ini disebabkan oleh beberapa hal. Pertama, disebabkan karena kondisi gizi dan kesehatan ibu mulai dari sebelum hamil hingga setelah hamil. Kedua, karena rendahnya asupan makanan yang bergizi ke balita. Dan yng ketiga diakibatkan oleh infeksi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here