Kasus Virus Corona di Indonesia Kini Peringkat Kedua di Asia Pasifik

0
7
Virus Corona di Indonesia
Kasus Virus Corona di Indonesia Kini Peringkat Kedua di Asia Pasifik

picolozine.com, Kasus Virus Corona di Indonesia belum juga mereda hingga kini. Bahkan kasus harian positif Covid-19 masih tinggi. Total kasus Covid-19 di Indonesia saat ini mencapai 720 ribuan dan tercatat menjadi yang tertinggi nomor 2 di Asia-Pasifik. Berdasarkan data Johns Hopkins University, Selasa (29/12/2020), kasus Cobid-19 tertinggi di Asia-Pasifik berada di India. Kasus di Indonesia tertinggi di Asia Timur dan Asia Tenggara.

Lima negara yang masuk dalam daftar kasus Covid-19 tertinggi di Asia-Pasifik yang pertama yaitu India dengan total kasus 10,2 juta. Adapun disusul oleh Indonesia di urutan kedua dengan jumlah 719 ribu kasus. Urutan ketiga ada Bangladesh dengan total 510 ribu kasus. Adapula Pakistan dengan total 475 ribu kasus. Kelima ada Filipina dengan 470 ribu kasus.

Sementara, menurut Statista tingkat kematian di Indonesia berada nomor tiga di Asia Pasifik setelah India dan Australia. Peringkat RI turun setelah digeser Australia. Meski begitu, kasus di Australia lebih rendah yakni 28 ribu. Upaya pencegahan lonjakan kasus Covid-19 oleh pemerintah kali ini dengan menutup akses masuk WNA ke Indonesia mulai 1 Januari 2021.

 Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi berkata larangan itu akan diterapkan hingga 14 Januari 2021 akibat mutasi Covid-19 baru dari Inggris. Kementerian Luar Negeri (Kemlu RI) mengimbau agar seluruh warga negara Indonesia untuk sedia kala menaati peraturan yang telah disampaikan oleh pemerintah, terkait upaya menanggulangi penyebaran virus Corona.

“Imbauan yang disampaikan oleh pemerintah bagi WNI yaitu mempertimbangkan perjalanan ke luar negeri secara matang,” ujar Cecep Herawan selaku Sekretaris Jendral Kementerian Luar Negeri dalam acara yang diselenggarakan oleh Satgas Covid-19 secara virtual. 

“Meskipun, perwakilan kita di luar negeri akan senantiasa selalu membantu, namun alangkah baiknya jika kita menunda kepentingan yang tak terlalu mendesak tersebut,” tambahnya.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi melarang masuknya Warga Negara Asing (WNA) ke Indonesia untuk sementara. Keputusan diambil karena ada mutasi COVID-19 yang lebih cepat menular.

“Saat ini telah muncul pemberitaan mengenai mutasi COVID-19 yang menurut berbagai data ilmiah memiliki tingkat penyebaran yang lebih cepat,” ujar Menlu Retno Marsudi pada konferensi pers, Senin (28/12/2020).

Alhasil, WNA dari seluruh negara dilarang masuk dari tanggal 1 sampai 14 Januari 2021. Ada pengecualian dari aturan tersebut, yakni WNA yang punya jabatan. Mereka masih boleh masuk dengan “protokol ketat.” Aturan itu dibuat setelah ada mutasi COVID-19 yang lebih menular. Namun, WNI masih boleh pulang. “Sesuai UU no 6 tahun 2011 pasal 14, warga indonesia tetap diizinkan kembali ke Indonesia,” ujar Menlu Retno Marsudi.

Aturan bagi WNI adalah harus melampirkan hasil RT-PCR yang berlaku 2×24 jam. Setelah sampai di Indonesia, WNI tetap harus kembali melakukan tes serupa. WNI yang hasil tesnya negatif akan dikarantina selama lima hari. Begitu masa karantina berakhir, maka WNI akan dites lagi. Hal tersebut guna meminimalisir penularan virus Corona di Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here