Mengenal Penyakit Lupus yang Susah Dideteksi

0
77
Penyakit Lupus dan gejala-gejalanya
Mengenal penyakit Lupus

Picolozine.com, Penyakit lupus atau disebut penyakit gangguan autoimun merupakan penyakit yang membuat sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap rangsangan dari luar.

Pada dasarnya, sistem imun merupakan sistem kekebalan tubuh yang fungsinya menjaga tubuh dari segala macam penyakit berupa bakteri atau virus yang masuk ke tubuh. Pada penderita Lupus, sistem imun ini tidak lagi menjalankan fungsi dasarnya menjadi tameng bagi tubuh, melainkan ikut menyerang jaringan tubuh sendiri.

Menurut Prof. Dr. Zubairi Djoerban, salah seorang ahi penyakit dalam RSCM menyebut Lupus merupakan kebalikan darri penyakit kanker atau HIV/AIDS. Pada penderita penyakit Lupus, produksi antibodi yang harusnya normal menjadi berlebihan. Sehingga antibodi itu tidak lagi menyerang virus, bakteri, kuman, atau rangsangan lain dari luar yang masuk ke tubuh, melainkan menyerang sel jaringan tubuh so penderita itu sendiri.

Lebih lanjut Dr. Zubaidiri mengatakan bahwa Lupus bukan merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri ataupun kuman, serta virus. Tetapi penyakit ini disebabkan oleh adanya keterlibatan faktor genetik, hormon, dan juga lingkungan.

Gejala penyakit Lupus yang terlihat
Gejala-gejala penyakit Lupus

Dalam dunia medis, Lupus disebut Systemic Lupus Erythematosus (SLE) yang merupakan penyakit yang menyerang seluruh sistem internal manusia. Perlu diingat bahwa Lupus bukanlah penyakit menular. Sejauh ini belum ada penelitian yang membuktikan penyakit ini secara genetik bisa diturunkan.

Para ahli medis memberikan banyak julukan untuk penyakit autoimun ini, seperti ‘Penyakit Seribu Wajah’ dan juga ‘Si Peniru Ulung’. Hal tersebut karena Lupus begitu sulit didiagnosa dikarenakan gejala penyakit ini mirip dengan gejalan umum penyakit lainnya. Jika penyakit ini menyerang jantung, maka akan terlihat seperti penyakit jantung. Sehingga mudah menyerang organ vital lainnya seperti paru-paru, hati, dan ginjal.

Gejala umum yang biasa terlihat, adalah demam tinggi tanpa sebab bahkan hingga lebih dari 38 derajat celcius, menjadi sensitif pada sinar matahari, lelah dan lemah berlebihan, ruam kemerahan di kulit, ada juga ruam kemerahan di hidung berbentuk kupu-kupu dengan posisi melintang ke pipi, sariawan yang tidak sembuh dalam waktu lama, kejang, kelainan saraf lainnya, ujung-ujung jari tangan dan kaki pucat kebiruan ketika udara dingin, bengkak di persendian lengan dan tungkai, terasa nyeri di dada ketika menarik napas panjang dan berbaring, dan hasil kelainan pada pemeriksaan laboratorium.

Dr. Zubairi mengatakan seseorang yang menderita empat dari beberapa gejala di atas, ada baiknya untuk segera diperiksakan. Sebab menurut dia, Lupus ini sama berbahayanya dengan kanker atau HIV/AIDS jika tidak segera diperiksakan dan mendapat penanganan medis, bisa mengakibatkan kematian.

Biasanya untuk mendiagnosa penyakit Lupus ini, dokter harus mempelajarinya secara bertahap dul dengan melihat riwayat kesehatan pasien lalu menggabungkannya dengan keluhan pasien. Ditambah hasil analisa laboratorium dan memeriksa kondisi kekebalan tubuh. Hal ini karena hingga saat ini belum ada pemeriksaan tunggal untuk bisa langsung mengidentifikasi seseorang menderita Lupus.

Meski banyak yang menyebut Lupus merupakan penyakit langka, tetapi banyak penderita penyakit ini dan semakin bertambah. Menurut data dari Yayasan Lupus Indonesia (YLI), pada 2013 ada 13.300 jiwa penderita Lupus, meningkat dari 2012 dengan 12.700 jiwa. Sedangkan penderita di sulurh dunia yang terserang penyakit lupus ada setidaknya lima juta orang yang sebagian besarnya merupakan wanita usia produktif.

Sehingga perlu adanya sosialisasi mengenai penyakit Lupus bagi masyarakat. Agar ke depannya lebih waspada dan memeriksakannya lebih dini sehingga bisa mendapatkan penanganan medis lebih cepat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here