Menghilangkan Stretch Mark Saat Hamil, Bolehkah?

0
42
Stretch mark bisa diatasi dengan beberapa jenis krim, pernah coba yang mana?
Stretch mark bisa diatasi dengan berbagai jenis krim

Picolozine.com, Guratan kulit atau sering disebut stretch mark yang muncul di bagian perut saat hamil sebaiknya tidak dihilangkan. Karena masalah ini hampir dialami oleh semua ibu hamil.

Guratan kulit ini terjadi karena dipengaruhi oleh berat badan ibu yang terus bertambah sesuai dengan usia kehamilan. Kulit meregang selama kehamilan sehingga muncul guruatan-guratan.

Guratan ini berupa garis tarikan pada kulit. Memang terlihat sangat mengganggu dan bisa mengurangi rasa percaya diri. Banyak ibu hamil juga khawatir jika guratan kuliit tersebut tidak bisa hilang dan kulitnya tidak kembali seperti semula.

Stretch mark itu mengganggu banget gak sih?
Stretch mark yang sangat mengganggu

Pada sebagian orang, guratan kulit ini tidak hanya berwarna merah keunguan saja, tetapi juga terasa gatal. Daerah perut dan payudara adalah daerah yang paling rentan terjadinya tarikan kulit sehingga menimbulkan guratan. Tapi tidak menutup kemungkinan juga muncul di bagian tubuh yang lain, seperti paha, bokong, maupun lengan bagian atas.

Tidak hanya dialami oleh ibu hamil, tetapi juga ada faktor lain yang memicu munculnya guratan kulit ini. Seperti:

Faktor genetik

Ternyata masalah kulit ini juga dipengaruhi oleh faktor genetik. Jika semasa hamil ibu kamu mengalami kelainan ini, makan tidak menutup kemungkinan kamu juga akan mengalami hal serupa saat hamil nanti.

Pernah timbul saat puber

Ketika memasuki masa pubertas, guratan kulit juga bisa muncul, lho. Karena pada masa itu hormon kamu sedang tidak stabil dan diiringi dengan ukuran tubuh yang juga bertambah. Jika ketika pubertas di tubuh kamu sudah muncul guratan halus, besar kemungkinan saat hamil nanti kamu juga akan mengalaminya.

Hamil usia muda

Apabila kamu sudah hamil di usia muda, kemungkinan muncul guratan lebih besar. Sebab di usia ini, kulit kamu masih terlalu muda sehingga bisa mengalami peregangan lebih banyak.

Tetapi ada baiknya ketika hamil tidak dilakukan penanganan untuk menghilangkannya.

Dalam dunia media ada penanganan khusus untuk menghilangkannya dengan teknik radio frekuensi. Akan tetapi penanganan ini hanya boleh dilakukan ketika bayi sudah lahir. Sangat tidak dianjurkan ketika bayi masih dalam kandungan.

Hal ini karena treatment radio frekuensi ini bisa mengganggu perkembangan bayi saat di dalam rahim.

Warna stretch mark ini juga bisa berubah-ubah. Awalnya berwarna merah, lalu akan berubah menjadi coklat. Jika dibiarkan saja tidak dilakukan penanganan, guratan kulit ini akan berubah menjadi putih.

Treatment menghilangkan guratan kulit ini sudah bisa dilakukan setelah melahirkan atau dalam masa nifas 40 hari. Guratan yang paling mudah dihilangkan adalah yang masih berwarna merah atau agak kecoklatan.

Krim atau minyak hanya berfungsi untuk menyamarkan dan melembapkan kulit, tidak untuk menghilangkan.

Untuk mengurangi risiko munculnya guratan kulit saat hamil, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan.

  1. Biasakan untuk makan makanan sehat ketika masa kehamilan. Makanan sehat ini bisa berupa buah-buahan, sayuran, sereal, serta biji-bijian. Makanan sehat ini akan menjaga kesehatan kuliit kamu karena mengandung banyak nutrisi.
  2. Rajin melakukan senam hamil agar kulit menjadi elastis.
  3. Gunakan body lotion agar kulit tubuh kamu tetap lembap, terasa kenyal, dan tidak gatal.
  4. Konsumsi suplemen vitamin E agar kulit tetap mendapatkan antioksidan yang baik. Kamu juga bisa mengoleskan krim yang mengandung vitamin E. Untuk hal ini, ada baiknya kamu konsultasikan terlebih dahulu pada dokter kandungan kamu ya.
  5. Hindari makanan yang mengandung lemak yang tinggi, tinggi garam, serta mengandung zat kimiaadiktif. Ini akan memicu pembengkakan saat hamil.
  6. Perbanyak minum air putih setidaknya 2 liter setiap hari agar kelembapan dan kelenturan kulit terjaga.
  7. Kurangi risiko munculnya stretch mark dengan mengguunakan produk yang diformulasikan khusus untuk memaksimalkan elastisitas kulit. Tapi ingat, harus sesuai dengan anjuran dokter, ya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here