Panduan Buka Puasa yang Benar yang Perlu Kamu Tahu

0
20
Paling baik adalah mengkonsumsi makanan manis ketika buka puasa
Paling baik adalah mengkonsumsi makanan manis ketika buka puasa

Picolozine.com, Tentu kita sering mendengar anjuran agar buka puasa dengan yang manis. Sebagian juga banyak yang sudah mempraktekkan tentunya. Tetapi kamu tahu gak sih bagaimana kombinasi makanan yang pas untuk buka? Nah, tentu kamu perlu mengetahuinya sebab sebentar lagi kita akan memasuki bulan Ramadan.

Banyak Pakar Gizi menyebut bahwa makan makanan yang berat untuk berbuka tidak baik sebab akan sulit dicerna oleh tubuh. Hal ini disampaikan salah satunya oleh Pakar Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Made Astawan. Kata dia, makanan berat seperti nasi beserta lauk pauk tidak memulihkan energi, tetapi membuat perut kamu begah dan tidak berenergi kembali.

Professor Made Astawan menyarankan agar buka puasa dengan minuman yang manis seperti teh manis atau sirup, misalnya. Sebab glukosa yang masuk ke tubuh bisa menjadi bahan bakar untuk memulihkan kembali fungsi otak.

Glukosa pada makanan atau minuman manis mampu diserap oleh tubuh dengan cepat dan menaikkan kadar gula darah tubuh. Sebab, ketika berpuasa gula darah dalam tubuh menurun drastis dan berpengaruh pada penurunan fungsi otak.

Selain makanan atau minuman manis, hindari juga untuk minum air dingin saat berbuka puasa di bulan Ramadan nanti ya. Sebab, minum air dingin akan membuat kerja lambung lambat karena harus menyesuaikan dnegan suhu tubuh kamu. Perut yang tidak diisi makanan atau minuman hampir 13 jam lamanya, jika langsung dihadapkan dengan air dingin akan membuat lambung kaget atau kontraksi.  Dan juga bisa membuat perut kamu kembung.

Buka puasa sebaiknya dengan minum air hangat
Buka puasa sebaiknya dengan minum air hangat

Sebaiknya, minumlah air hangat dan manis agar lambung yang kosong seharian penuh tidak menjadi kaget. Atau bisa juga dengan meminum air putih dengan suhu ruangan, artinya tidak dingin atau tidak pula hangat.

Hati-hati juga ya, sebab tidak boleh terlalu berlebihan meminum minuman yang manis. Satu gelas teh manis sudah cukup mengembalikan gula darah dalam tubuh. Selain itu, konsumsi buah yang manisnya alami dan juga dengan kadar air tinggi karena bisa menaikkan kadar gula dalam tubuh kamu.

Terus kapan kita boleh menyantap makanan dengan komposisi lengkap? Sekitar 30 menit setelah buka puasa, barulah konsumsi makanan berat seperti nasi lengkap dengan lauk pauknya. Tapi harus ingat ya, untuk menjaga energi tetap terjaga setelah berbuka, selingi dengan makanan yang mengandung glikemiks indeks yang rendah.

Glikemiks Indeks (GI) adalah angka yang ada pada makanan yang mengandung karbohidrat dengan rentang nilai 0-100. Dihitung berdasarkan kenaikan gula darah setelah mengkonsumsi makanan tersebut.

Seperti mengkonsumsi buah-buhan dan kacang-kacangan utuh, seperti keledai karena memiliki angka GI hanya 15. Tetapi tidak semua buah punya angka GI yang rendah, seperti semangka karena memiliki GI yang tinggi dikisaran 70 sehingga tidak dianjurkan.

Mengkonsumsi makanan dengan GI rendah ini penting karena penguraiannya jadi gula darah dan penyerapan oleh tubuh lebih lambat. Hal ini akan membuat rasa lapar bisa ditahan dan tubuh merasa kenyang lebih lama.

Makanan dikatakan memiliki GI rendah jika berada pada angka di bawah 55. Sedangkan makanan dengan GI menengah berada pada angka kisaran 55-69. Makanan dengan angka GI tinggi jika berada pada angka lebih dari 70.

Tidak hanya ketika buka puasa saja, pengetahuan ini juga harus kamu praktekkan saat makan sahur. Agar puasa kamu lancar, perlu menjaga energi dan membuat perut kenyang lebih lama. Sehingga kamu perlu menjaga asupan saat sahur dengan mengkonsumsi camilan yang mengandung GI rendah. Tetap dengan makanan berat seperti biasa, tetapi bisa dikahiri dengan camilan yang low GI.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here