Penting Bagi Para Orang Tua Agar Mengenali Penyakit Stroke Pada Bayi Dan Gejalanya

0
49
Penyakit Stroke Pada Bayi.
Penyakit Stroke Pada Bayi.

Picolozine.com, Biasanya penyakit stroke seringkali menimpa orang dewasa, namun ternyata bayi juga dapat mengalami stroke. Penyakit stroke pada bayi ini harus segera ditangani, karena jika tidak segera tentu akan sangat membahayakan keselamatan bayi. Stroke adalah kondisi di mana aliran darah ke otak tiba-tiba berhenti atau menurun, cukup parah yang bisa menyebabkan kerusakan pada otak. Ada dua jenis stroke: iskemik dan hemoragik.

Penyakit Stroke Pada Bayi.
Penyakit Stroke Pada Bayi.

Stroke iskemik terjadi ketika aliran darah ke otak berkurang, biasanya karena pembekuan, yang disebut trombus, pada salah satu pembuluh darah di otak. Ada dua jenis stroke iskemik yang terjadi pada anak-anak, khususnya bayi baru lahir: trombosis sinovenous, di mana ada gumpalan di salah satu pembuluh darah di otak, dan stroke iskemik arteri, di mana pembekuan ada di dalam arteri otak.

Stroke hemoragik terjadi ketika pembuluh darah dalam atau yang dekat dengan otak pecah, menyebabkan perdarahan dalam otak.

ada kehamilan, protein berasal dari plasenta ibu ke janin, yang membantu untuk menurunkan risiko perdarahan. Namun, hal ini membuat janin berisiko tinggi mengalami pembekuan dan stroke. Terkadang pembekuan juga bisa terbentuk dalam plasenta dan bergerak ke dalam sirkulasi darah janin. Pembekuan ini mungkin bisa mencapai otak bayi dan menyebabkan stroke.

Penyakit Stroke Pada Bayi.
Penyakit Stroke Pada Bayi.

Persalinan adalah salah satu momen yang berisiko terjadi stroke pada bayi baru lahir. Melahirkan dapat menyebabkan ketegangan yang luar biasa pada kepala bayi. Stres pada arteri dan vena di kepala bayi dapat menyebabkan pembentukan gumpalan dan stroke.

Selain itu, bayi baru lahir memiliki darah lebih tebal daripada kita karena sel darah merahnya dua kali lipat lebih banyak dari orang dewasa, dan hal ini bisa mengarah pada pembekuan. Pada beberapa hari pertama setelah kelahiran, dehidrasi bisa menjadi masalah, yang juga bisa menyebabkan pembekuan darah.

Penyakit stroke pada bayi baru lahir biasanya menunjukkan gejala, mayoritas mengalami kejang-kejang. Kejang-kejang adalah tanda stroke yang paling mudah diketahui pada kelompok usia ini. Gejala kejang-kejang terkadang sulit untuk dilihat pada bayi baru lahir, dan termasuk hal-hal berikut:

  • Gerakan wajah yang berulang, termasuk mengisap, mengunyah, atau gerakan mata
  • Gerakan mengayuh yang tidak biasa
  • Apnea, atau jeda dalam bernapas terkait dengan lambatnya detak jantung
  • Gerakan menyentak yang melibatkan otot-otot wajah, lidah, tangan, kaki, atau bagian lain
  • Otot menegang atau kaku
  • Gerakan menyentak pada salah satu lengan atau kaki atau seluruh tubuh.

Salah satu tanda utama dari stroke pada orang dewasa adalah lemah pada salah satu sisi tubuh. Namun, otak pada bayi baru lahir belum dewasa dan gejala ini mungkin tidak terlihat.

Ada beberapa faktor yang bisa membuat bayi baru lahir memiliki risiko lebih tinggi terhadap stroke. Bila bayi baru lahir memiliki cacat lahir yang di antaranya terdapat lubang dalam jantung, mudah bagi gumpalan darah untuk melewati bagian tubuh lain, melalui jantung, dan ke otak.

Bila ada riwayat keluarga memiliki masalah dengan pembekuan darah, faktor risiko akan lebih tinggi pada bayi baru lahir. Infeksi serius seperti sepsis dan meningitis bisa juga mengarah ke pembekuan darah. Faktor risiko lain yang sebelumnya sudah dideskripsikan seperti dehidrasi dan melahirkan.

Penyakit stroke pada bayi memang sulit di deteksi,namun jika bayi sudah menunjukan beberapa gejala di atas sebaiknya orang tua segera membawanya ke dokter anak terdekat. Dengan begitu dokter akan memutuskan langkah apa yang harus kita lakukan, agar kesehatan buah hati kita terjaga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here