Pentingnya Mikroorganisme Keju dalam Pembuatannya

0
4
Mikroorganisme Keju
Pentingnya Mikroorganisme Keju dalam Pembuatannya

Picolozine.com, Tahukah kamu bahwa mikroorganisme keju yang memiliki peran penting dalam pembuatan keju. Mikroorganisme sering juga dikenal dengan bakteri baik. Namun dalam pembuatan keju tidak hanya menggunakan satu bakteri baik saja. Lalu apakah sebenarnya peran bakteri dalam pembuatan keju?

Bahan utama membuat keju yaitu susu sapi, kambing atau domba. Mikroorganisme memiliki peran membantu proses fermentasi susu menjadi keju. Dalam pembuatannya susu yang sudah dipasteurisasi kemudian didinginkan, selainjutnya menambahkan bakteri khusus. Peran bakteri dalam pembuatan keju di sini adalah mengubah laktosa (gula susu) menjadi asam laktat dan menurunkan pH susu. 

Beberapa mikroorganisme yang menjadi bahan pembuat keju antara lain, bakteri mesofilik digunakan untuk membuat keju lembut, seperti cheddar, gouda, dan colby. Lainnya juga ada Bakteri termofilik yang digunakan pada keju lebih tajam seperti parmesan dan romano. Bakteri-bakteri tersebut biasa dikenal dengan, Lactobacillus lactis, Streptococcus salivarius, Lactobacillus derbuckrii, Lactobacillus helveticus, Lactobacillus casei dan Lactobacillus plantarum.

Keju merupakan bahan makanan yang banyak digunakan di Eropa awalnya. Lalu berkembangnya zaman, keju telah diguanakan di berbagai negara salah satunya Indonesia. Keju sering kali dijadikan isian roti, camilan, atau pun ditambahkan ke dalam makanan. Hal itu karena selain rasanya yang menambah cita rasa lezat, keju juga merupakan produk olahan susu yang kaya akan protein, kalsium, dan lemak. Tah kanya itu, keju juga mengandung berbagai nutrisi lainnya, seperti vitamin A, B12, zinc, fosfor, riboflavin, dan asam lemak omega-3, yang baik bagi tubuh.

Berbagai kandungan nutrisi dalam keju tentunya memiliki banyak manfaat kesehatan. Beberapa manfaat keju bagi kesehatan yang bisa Anda peroleh yaitu:

1. Menjaga kesehatan tulang dan gigi

Keju mengandung kalsium, protein, magnesium, zinc, vitamin A, D, dan K yang baik untuk perkembangan tulang. Tak hanya itu, kalsium dalam keju juga membantu meningkatkan kesehatan gigi dan perlindungan terhadap gigi berlubang. 

2. Meningkatkan kesehatan pencernaan

Melalui proses fermentasi, keju bisa membantu meningkatkan pertumbuhan bakteri baik dalam usus. Berbagai bakteri baik tersebut mampu menjaga kesehatan pencernaan sehingga terhindar dari berbagai masalah.

3. Menurunkan tekanan darah

Disebutkan bahwa orang yang mengonsumsi banyak keju memiliki tekanan darah yang lebih rendah. Namun konsumsilah keju rendah lemak dan rendah natrium. Perhatikan pula makanan yang dicampur dengan keju tersebut.

4. Menyehatkan pembuluh darah

Sifat antioksidan pada keju dapat melindungi tubuh dari efek negatif natrium. Bahkan, sebuah studi di tahun 2016 menemukan bahwa peserta yang mengonsumsi keju dari susu sapi, memiliki pembuluh darah yang berfungsi lebih baik dari peserta yang mengonsumsi keju kedelai.

5. Membantu Kesehatan Kardiovaskular

Berbagai jenis keju, terutama yang terbuat dari susu sapi, mengandung asam lemak omega-3 yang bermanfaat bagi kesehatan kardiovaskuler dan otak. Namun tetap perlu dibatasi dalam mengonsumsinya terutama keju yang tinggi lemak jenuh dan natrium bisa meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, penyakit kardiovaskular, dan diabetes tipe-2.

Itulah manfaat keju bagi kesehatan serta pentingnya mikroorganisme keju dalam pembuatannya. Mengonsumsi keju memang baik untuk tubuh, namun tetap harus memperhatikan hal-hal lainnya pula ya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here