Penyebab Kanker Paru dan Kenali Gejala pada Stadium Awal

0
4
kanker paru
Penyebab Kanker Paru dan Kenali Gejala pada Stadium Awal

picolozine.com, Kanker paru merupakan penyebab kematian akibat kanker yang menempati peringkat pertama di dunia. Berdasarkan catatan World Health Organization (WHO), di tahun 2015 angka kematian akibat ini mencapai 1,7 juta. Tingginya angka kematian disebabkan sulitnya mendiagnisa gejala yang timbul sejak awal, sehingga penyakit ini baru terdiagnosis setelah memasuki stadium lanjut.

Racun zat karsinogenik yang masuk ke dalam paru-paru secara sengaja ataupun tidak dapat berkembang. Hal itulah yang menjadi penyebab terjadinya kanker pada bagian paru-paru. Faktor risiko paling umum adalah merokok, penggunaan pipa cangklong, atau cerutu. Risiko kanker di bagian paru akibat merokok akan terus meningkat selama orang itu masih merokok. Untungnya, risiko dapat diturunkan jika mereka berhenti merokok.

Hal yang meningkatkan risiko adalah:

1. Pernah merokok atau sedang merokok

2. Perokok pasif

3. Memiliki anggota keluarga dengan kanker paru

4. Melakukan terapi radio untuk kondisi lain yang dapat mempengaruhi daerah dada

5. Kontak dengan racun seperti asbes, kromium, nikel, arsenik, jelaga, atau tar di tempat kerja

6. Terkena paparan radon di rumah atau tempat kerja

7. Hidup di lingkungan yang tercemar

8. Memiliki sistem kekebalan tubuh dari genetik yang lemah atau akibat human immunodeficiency virus (HIV)

9. Menggunakan suplemen beta karoten dan menjadi perokok berat

Gejala awal yang datang pada penderita kanker paru stadium awal sulit dikenali. Itu karena gejala yang timbul seringkali mirip dengan penyakit paru-paru lainnya, seperti tuberkulosis, efusi pleura, pneumonia, bronkitis, dan abses paru.

Berikut gejala stadium awal kanker paru:

1. Batuk yang berkelanjutan

Batuk bisa disebabkan oleh kondisi yang ringan, seperti flu atau iritasi saluran pernapasan. Namun, jika batuk tidak juga berhenti dalam waktu lebih dari dua minggu, bisa jadi ini tanda dari penyakit lain yang lebih serius, salah satunya adalah kanker di bagian paru. Segera periksakan diri ke dokter untuk melakukan pemeriksaan fisik seperti Rontgen dada.

Batuk bisa disebabkan oleh kondisi yang ringan, seperti flu atau iritasi saluran pernapasan. Namun, jika batuk tidak juga berhenti dalam waktu lebih dari dua minggu, bisa jadi ini tanda dari penyakit lain yang lebih serius, salah satunya adalah kanker di bagian paru. Segera periksakan diri ke dokter untuk melakukan pemeriksaan fisik seperti Rontgen dada.

2. Batuk berdarah

Batuk kronis yang disertai dengan keluarnya darah atau dahak yang bercampur dengan bercak darah, bisa jadi tanda adanya kanker di bagian paru. Untuk memastikannya, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter dan laboratorium.

3. Mengalami sesak napas

Jika tiba-tiba merasa terengah-engah ketika sedang melakukan aktivitas sederhana, ini dapat menjadi tanda adanya kanker paru-paru stadium awal. Sesak napas dapat terjadi akibat sel kanker yang menghalangi saluran pernapasan, atau penumpukan cairan di sekitar paru sehingga menekan paru-paru. Namun, sesak napas tidak hanya terpaku pada kanker di bagian paru. Munculnya sesak napas saat beraktivitas seperti biasa, juga bisa menjadi tanda gejala penyakit gagal jantung.

4. Rasa nyeri di dada

Rasa nyeri di bagian dada, bahu, atau punggung. Biasanya rasa nyeri ini bersifat tajam, tumpul, muncul secara terus menerus, atau kadang hilang timbul. Rasa nyeri di dada ini bisa menyerupai tanda penyakit jantung, tetapi nyeri dada biasanya akan terasa semakin berat ketika menarik napas dalam, batuk, atau tertawa.

5. Suara menjadi serak

Suara yang serak umumnya muncul saat Anda sedang mengalami radang di saluran pernapasan. Namun, jika suara berubah menjadi serak secara tiba-tiba dan berlangsung lebih dari dua minggu, maka Anda patut waspada. Bisa jadi perubahan suara ini merupakan gejala gejala awal. Kondisi ini terjadi ketika sel kanker memengaruhi saraf yang mengatur pita suara, sehingga menyebabkan perubahan pada suara.

6. Mengi/ Dengik

Suara mengi/dengik yang menyertai saat menarik atau mengeluarkan napas di usia dewasa dapat menjadi tanda dari kondisi kesehatan tertentu, seperti alergi atau asma. Namun, Anda tidak disarankan mengasumsikannya sebagai kondisi asma biasa, karena mengi juga bisa merupakan gejala. Segera periksakan diri ke dokter jika mengi tidak hilang setelah diobati.

7. Penurunan berat badan

Biasanya orang yang menderita penyakit kanker, termasuk kanker paru, akan kehilangan berat badan secara drastis. Hal ini disebabkan oleh sel kanker yang menggunakan semua energi dan nutrisi tubuh. Maka dari itu, jangan abaikan perubahan pada berat badan Anda, terutama bila terjadi saat Anda tidak mengubah pola makan atau gaya hidup.

Itulah beberapa penyebab, dan gejala awal yang timbul pada penderita. Jika kalian merasakan hal diatas, ada baiknya memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Bagi para penderita kanker paru dapat melakukan pengobatan. Kanker di bagian paru diobati dengan beberapa cara, tergantung pada jenis kanker paru dan seberapa jauh kanker telah menyebar. Orang-orang dengan jenis KPKSK dan KPKBSK dapat diobati dengan pembedahan atau operasi, kemoterapi, terapi radiasi, terapi target, imunoterapi, atau kombinasi dari perawatan ini. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here