Pernah Terinfeksi Virus Corona, Perlukah Vaksinasi?

0
20
Virus Corona
Pernah Terinfeksi Virus Corona, Perlukah Vaksinasi?

Picolozine.com, Penemuan vaksin virus corona semakin menunjukkan perkembangan. Pemerintah di sejumlah negara, termasuk Indonesia, mulai membuat perencanaan vaksinasi Covid-19. Pemerintah Indonesia menyatakan akan memberikan vaksin Covid-19 gratis bagi seluruh mayarakat. Vaksin bertujuan untuk memberikan kekebalan tubuh terhadap ancaman paparan virus Covid-19.

Lalu bagaimana kah untuk mereka yang pernah terinfeksi dan sembuh? Mereka yang berhasil sembuh dari Covid-19 diketahui telah memiliki antibodi. Apakah tetap perlu mendapatkan suntikan vaksin Covid-19? Jawabannya adalah perlu, karena ada potensi reinfeksi Epidemiolog kandidat PhD dari Griffth Univeristy, Australia, Dicky Budiman mengatakan, orang yang pernah terinfeksi Covid-19 dan telah sembuh masih membutuhkan suntikan vaksin. Alasannya, karena masih ada potensi reinfeksi virus corona.

“Jadi yang pernah terinfeksi pun itu perlu divaksinasi. Karena, pertama, data riset yang saat ini kita miliki membuktikan bahwa ada potensi reinfeksi,” ujar Dicky

Menurutnya, mereka yang pernah terinfeksi memiliki kekebalan tubuh dari Covid-19 sesuai dengan tingkat keparahan yang dialami. Semakin parah Covid-19 yang diderita seseorang, maka kemungkinan besar memiliki antibodi kekebalan tersebut. Namun, jika pasien memiliki gejala ringan atau tidak bergejala (OTG), maka kekebalan tubuh yang dimiliki juga akan lemah. Sehingga sistem kekebalan yang didapatkan tidak berlangsung lama.

“Pasien yang terinfeksi itu pun membuktikan bahwa daya tahan ini yang timbul akibat reinfeksi tidak akan lama, sekitar 3 bulanan,” ujar Dicky.

Kekebalan tubuh pada pasien sembuh Covid-19 Dilansir dari Huffpost, 16 Desember 2020, seorang dokter penyakit menular di Yale Medicine, yang turut menguji vaksin Pfizer, Onyema Ogbuagu, meyakini bahwa prang yang baru terinfeksi virus corona mungkin tidak perlu segera disuntik vaksin. Penelitian menemukan, antibodi penetral yang dihasilkan oleh infeksi alami di dalam tubuh masih bertahan. Kekebalan ini setidaknya bertahan selama beberapa bulan. Dalam kasus reinfeksi, infeksi kedua biasanya tidak terjadi 3-4 bulan setelah infeksi pertama.

“Ini cukup pasti, meskipun Anda tidak pernah dapat mengatakan dengan yakin, bahwa dalam beberapa bulan pertama setelah terinfeksi, risiko reinfeksi sangat rendah,” ujar Ogbuagu.

Akan tetapi, kekebalan alami dari Covid-19 turun setelah beberapa bulan. Selain itu, tingkat antibodi dari virus corona umum lainnya berkurang dengan cepat, dan hal yang sama bisa terjadi pada penyakit Covid-19.

ÔÇťOrang mungkin akan dapat terinfeksi kembali berdasarkan antibodi yang semakin menurun, saat ia telah terinfeksi secara alami. Kami tidak tahu kapan waktunya, seperti seberapa cepat mereka rentan terhadap infeksi ulang,” ujar profesor kedokteran di Divisi Penyakit Menular dan Mikrobiologi, Imunologi di Sekolah Kedokteran Geffen di UCLA, Otto Yang. Para peneliti menduga, kekebalan yang diberikan oleh vaksin Covid-19 akan lebih kuat daripada kekebalan yang diperoleh karena pernah menderita suatu penyakit, termasuk Virus Corona.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here