Polusi Udara: 5 Jenis Polutan dan Bahaya yang Disebabkan

0
13
Polusi udara yang jadi masalah kesehatan
Polusi udara menjadi masalah global

picolozine.com, Hampir di semua tempat di seluruh dunia memiliki masalah polusi udara. Menurut laporan WHO tahun lalu, sembilan dari sepuluh orang di dunia menghirup udara kotor setiap hari. Permasalahan ini menjadi masalah untuk kesehatan global bahkan jadi salah satu yang terbesar dan berdampak buruk bagi kesehatan maupun kelangsungan hidup.

Hal ini karena pada udara yang sudah tercemari tersebut bercampur dengan zat beracun yang bersumber dari limbah pabrik, asap kendaraan, serbuk sari, debu, serta sumber polusi lainnya.

Tidak hanya orang yang berada di luar yang berpotensi terdampak udara yang tidak sehat ini. Sebab, ternyata ada juga polusi yang terjadi di dalam ruangan. Contohnya seperti karbon monoksida, radon, asap rokok, bahan bangunan seperti asbes, formaldehida, timbal, produk dan bahan kimia rumah tangga, alergan yang ada di ruangan seperti kotoran tikus, debu, kecoak, serta jamur maupun serbuk sari.

Di beberapa kasus, bisa juga udara buruk dari luar yang masuk ke dalam ruangan melalui ventilasi, jendela, pintu, lubang sirkulasi udara yang terbuka, misalnya.

Udara kotor ini memang berbahaya bagi kesehatan, mulai dari menyebabkan asma hingga menurunkan IQ. Bahkan ada studi yang menyebut bahwa partikel dalam udara yang tidak sehat tersebut berkaitan dengan risiko kanker otak.

Partikel kecil yang terdapat di udara tersebut bernama ambient ultrafine particles (UFP). Ukurannya sangat mini kurang dari 100 nanometer. Oleh karena ukurannya yang sangat kecil, maka dengan mudah diserap oleh paru-paru, lalu masuk ke tubuh melalui darah dan menempel di organ-organ tubuh.

Tidak menutup kemungkinan UFP masuk ke otak bahkan berisiko menyebabkan tumor otak. Dari hasil penelitiannya, di antara 100 ribu orang, kemungkinan ada satu orang yang mengidap tumor otak. Meskipun penemuan ini masih harus terus diteliti.

Ada juga penelitian yang menyebut bahwa polusi udara berbahaya bagi cara berpikir otak. Berdasarkan hasil penelitian yang dipublikasikan pada Proceeding for the National Academy of Science menemukan fakta bahwa nitrogen dioksida dan sulfur dioksa yang terpapar dalam jangka waktu lama pada seseorang dapat menurunkan fungsi kognitifnya seiring bertambah usia.

Selain itu juga berbahaya bagi sistem reproduksi dan memengaruhi jantung. Hal ini disebabkan karena susunan internal tubuh manusia saling berhubungan.

Polutan yang Ada di Udara Kotor

Polusi udara
Polutan yang terkandung dalam polusi udara yang membahayakan kesehatan

Ada beragam jenis polutan di udara yang terhirup setiap harinya, seperti karbon monoksida, nitrogen oksida, sulfur dioksida, ozon, senyawa organik volatil, serta logam berat. Berikut efeknya bagi kesehatan berdasarkan polutannya.

Ozone (O3)

Ozon termasuk polutan yang berbahaya di permukaan tanah sebab menjadi penyusun kabut asap akibat adanya reaksi sinar matahari dan polutan udara. Itulah kenapa dampak pencemaran udara akibat kandungan ozon ini akan meningkat saat memasuki musim panas.

Udara yang mengandung ozon berlebihan juga bisa melemahkan fungsi paru-paru yang menyebabkan masalah pernapasan seperti asma, serta penyakit paru-paru lainnya.

Particulate matter (PM)

Particulate Matter merupakan kumpulan partikel padat maupun cair yang ditemukan di udara. Komponen utamanya adalah sulfat, nitrat, karbon hitam, natrium klorida, air, serta mineral debu. Bahkan dikatakan banyaknya jumlah PM ini di udara berkaitan dengan angka kematian yang meningkat serta kasus penyakti dari waktu ke waktu.

Patikel yang ukurannya semakin kecil, semakin mudah pula terhirup dan diserap ke dalam jaringan paru dan mengalir ke darah. Paling parah adalah ketika seseorang terpapar polutan asap pembakaran kompor kayu dalam ruangan atau arang tradisional, sebab dpaat meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan akut, kanker paru-paru, penyakit jantung, penyakit paru obstruktif kronik, bahkan kematian dini.

Sulfur dioksida

Sulfur ini merupakan gas tidak berwarna namun memiliki bau yang khas nan tajam. Penyebabnya dihasilkan oleh pembakaran bahan bakar fosil. Misalanya pembakaran batu bara, pembangkit listrik, kendaraan bermotor, minyak, dan akibat peleburan bijih mineral yang mengandung sulfur pun ikut menyumbang partikel ini di udara.

Tubuh yang terpapar Sulfur dioksida akan terkena masalah kesehatan seperti merusak berbagai fungsi sistem yang ada di dalam tubuh. Seperti masalah pernapasam menyebabkan iritasi mata, menurunkan fungsi paru-paru. Bila berlebihm senyawa imia ini bisa menyebabkan infeksi saluran pernapasan, batuk-batuk, asma, serta bronkitis kronis.

Nitrogen dioksida

Kadar nitrogen di udara ternyata melebihi 200 mikrogram per meter kubik, ini tentu saja dianggap sebagai gas beracun yang membahayakan tubuh. Nitrogen dioksida merupakan sumber utama aerosol nitrat yang membentuk pecahan partikel dengan ukuran kecil.

Sumber utama dari emisi nitrogen dioksida adalah berasal dari proses pembakaran, seperti mesin kendaraan, kapal laut, pembangkit listrik, pemanas, dan lainnya.

Jika terpapar nitrogen dioksida ini akan membuat fungsi paru-paru melemah apalagi menghirup partikel tersebut terlalu banyak di udara.

Karbon monoksida

Polutan yang terkandung pada polusi udara juga ada karbon monoksida yang merupakan salah satu gas beracun. Meskipun gas ini tidak berbau, berwarna, serta tidak mengiritasi mata dan kulit. Akan tetapi menghirup karbon monoksida dalam jumlah yang banyak sangatlah berbahaya bagi kesehatan.

Polusi udara mengandung karbon monoksida yang bersumber dari pembakaran minyak, gas, bahan bakar kayu, dan petrol. Berbahaya karena mencegah oksigen berikatan dengan hemoglobin yang ada di dalam sel darah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here