Sempat Menyerang Selena, Ini Jenis Penyakit Lupus yang Harus Kamu Tahu

0
42
Jenis dan gejala penyakit lupus
Jenis dan gejala penyakit lupus

Picolozine.com, Para penggemar dibuat terkejut karena Selena Gomez terkena penyakit lupus. Pada September 2017 lalu Selena menjalani transplantasi ginjal akibat lupus yang dideritanya.

Lupus atau nama medisnya Systemic Lupus Erythematosus, adalah penyakit autoimun kronis yang bisa merusak bagian tubuh penderitanya, seperti kulit, organ tubuh, maupun sendi. Bahkan penyakit ini bisa bertahan hingga lebih dari enam minggu sampai bertahun-tahun lamanya.

Autoimun sendiri memiliki arti bahwa sistem kekebalan tubuh menyerang dan menghancurkan jaringan sehat dengan menciptakan autoantibodi. Ia tidak bisa membedakan jaringan tubuh dengan penyerang. Padahal biasanya imun akan melindungi diri sendiri dari penyakit atau dari virus yang masuk ke tubuh.

Penyakit autoimun ini menyerang berbagai organ tubuh dan memiliki tingkatan yang bervariasi, mulai dari yang ringan hingga berat.

Hingga saat ini belum ada penelitian yang menyatakan penyebab pasti dari penyakit lupus ini. Diduga dikarenakan adanya faktor genetik dari keturunan, infeksi, kualitas lingkungan yang buruk, serta pengaruh hormon. Penyakit ini terdeteksi pada penderita yang berusia 15-45 tahun meski begitu penyakit ini juga diderita oleh balita serta orang-orang yang berusia di atas 45 tahun.

Gejala Penyakit Lupus

Ada beragam gejala penyakit autoimun ini. Gejala awal bisa terlihat pada kulit dengan gejala seperti ruam-ruam, bercak bersisik merh tebal, serta pucat. Tanda lainnya adalah rambut yang rontok, munculnya luka atau bisul di mulut dan hidung. Ini juga menjadi gejala dan tanda-tanda penyakit autoimun.

gejala penyakit lupus
Rambut rontok adalah salah satu gejala penyakit lupus

Sekitar 90 persen penderita lupus akan mengalami gejala sendi seperti nyeri sendi dan sendi bengkak. Bahkan penderita autoimun juga akan menderita anemia atau kekurangan darah. Pada penderita yang sudah tergolong parah,urine akan berdarah atau mengandung protein. Ini mengindikasikan bahwa lupus sudah menyerang ginjal dan tentu saja tergolong parah. Ada kemungkinan penderita akan berulang kali melakukan cuci darah dan butuh penanganan yang sulit.

Jeni-Jenis Lupus

Lupus memiliki empat jenis yang berbeda, yaitu:

  • Systemic lupus erythematosus

Ini merupakan gejala paling umum dari penyakit autoimun ini dengan gejala yang ringan bahkan juga berat. Jenis penyakit ini merupakan yang parah dari jenis lupus lainnya karena menyerang beberapa organ utama tubuh seperti otak, sistem saraf, jantung, atau ginjal.

  • Cutaneous lupus erythematosus

Penyakit lupus jenis ini hanya menyerang kulit dengan adanya tanda ruam luka di kulit disebut juga ruam diskoid. Dimana kulit bersisik dan kemerahan tetapi tidak terasa gatal. Selain itu juga akan muncul ruam di pipi yang berbentuk horizontal melalui jembatan hidung. Yang dinamakan ruam kupu-kupu. Tidak hanya pada kulit wajah, tapi juga terjadi pada hidung, vagina, leher, kulit kepala, serta mulut, terutama bagian yang terpapar sinar matahari. Gejala lainnya juga terlihat dari warna kulit yang berubah serta rambut yang rontok.

  • Lupus erythematosus karena obat

Lupus jenis ini disebabkan karena obat tertentu yang memiliki gejala mirip dengan lupus sistemiktetapi sangat jarang menyerang orang-orang utama tubuh. Ada tiga obat yang sering dikaitkan menjadi pemicu terjadinya penyakit jenis ini, yaitu Hydralazine (obat mengatasi tekanan darah tinggi), procainamide (obat mengatasi detak jantung tidak teratur), serta isoniazide (obat tuberkulosis).

Tetapi tidak semua orang yang mengkonsumsi obat ini akan terkena penyakit autoimun. Lebih banyak menyerang para pria. Biasanya gejala lupus ini akan hilang ketika konsumsi obat dihentikan, tetapi menunggu setidaknya waktu enam bulan pasca pengobatan.

  • Lupus neonatal

Ternyata ada juga penyakit lupus yang menyerang bayi yang dipengaruhi oleh antibodi Ibu saat bayi masih dalam rahim. Jenis lupus ini sebenarnya kasus langka yang terjangkit pada bayi perempuan. Bayi akan mengalami gejala-gejala seperti ruam kulit, masalah hati, serta jumlah sel darah yang juga rendah. Bayi yang lahir dengan penyakit autoimun neonatal ini biasanya memiliki kelainan jantung yang serius. Perlu mendapatkan perawatan serius dari dokter. Lebih baik lagi jika diperiksakan sebelum bayi dilahirkan, sehingga dokter bisa mengobati dan bayi lahir tanpa adanya risiko lupus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here