Tiga Calon Kejati Pernah Tangani Kasus Korupsi Jiwasraya

0
8
jaksa kasus jiwasraya
Tiga Calon Kejati Pernah Tangani Kasus Korupsi Jiwasraya

picolozine.com, Tiga dari enamĀ jaksa canlon Kepala Kejaksaaan Tinggi (Kejati) pernah menangani kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Ketiganya yakni Direktur Penyidikan (Dirdik) Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) Febri Ardiansyah, Direktur Penuntutan (Dirtut) Jampidsus Ida Bagus Nyoman Wismantanu, dan Direktur Eksekusi Jampidsus M Rum.

“Keenamnya masuk dalam tahap akhir seleksi uji publik atau wawancara oleh tim penilai,” kata Wakil Jaksa Agung Setia Untung Arimuladi dalam keterangan tertulis, Rabu, 4 November 2020.

Para calon kini sedang menjalani seleksi uji publik yang ditayangkan secara live di YouTube Biro Kepegawaian Kejagung. Dari enam peserta, baru hanya Febri yang selesai menjalani wawancara dengan tim penilai. Wawancara terhadap jaksa Ida sedang berlangsung dan empat lainnya masih menunggu antrean.

Dalam seleksi wawancara, Setia menanyakan strategi Febri dalam menjadikan kepercayaan publik sebagai prioritas utama. Febri menuturkan opini masyarakat terbentuk dari persentase penegakan hukum, terutama perkara korupsi.

“Seperti kasus Jiwasraya yang saya tangani. Di situ saya lihat apresiasi publik begitu besar, mungkin karena kerugiannya juga Rp16 triliun. Kita tegas melakukan penuntutan, perampasan aset, kita tegas melakukan penuntutan seumur hidup. Ini akan membentuk opini masyarakat bahwa lembaga ini sudah berjalan dengan baik,” tutur Febri.

Keenam peserta calon kejati akan menduduki jabatan sebagai kajati berkualifikasi pemantapan 2020. Ada tujuh kejaksaan tinggi berkualifikasi pemantapan, yakni Kejaksaan Tinggi Sumatra Utara, Sumatera Selatan, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan.

Seleksi dilakukan sejak 10 Agustus 2020, ada 26 jaksa yang menduduki jabatan struktural eselon II a mengikuti seleksi tersebut. Seleksi meliputi asesmen kompetensi, adminstrasi, dan rekam jejak, serta penulisan makalah. Ada 20 peserta yang dinyatakan tidak lolos ke tahap akhir. Proses seleksi jabatan dilaksanakan atas kerja sama Kejaksaan Agung Republik Indonesia dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN), dan Badan Kepegawaian Negara (BKN). Tiga nama jaksa yang lolos seleksi tahap akhir sontak menjadi sorotan. Hal itu karena, terdakwa kasus Jiwasraya memang telah dijatuhkan vonis seumur hidup. Hal itulah yang mengangkat deretan nama jaksa ini dianggap tegas mengadilli kasus tindak pidana korupsi yang merugikan rakyat serta negara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here