Tips Menjaga Kesehatan Reproduksi Bagi Para Remaja

0
16
Kesehatan Reproduksi
Tips Menjaga Kesehatan Reproduksi Bagi Para Remaja

picolozine.com, Baik pria maupun wanita harus sangat menjaga kesehatan reproduksi. Menjaga kesehatan organ reproduksi penting untuk menjaga fungsi sistem reproduksi. Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa sistem reproduksi mereka merupakan sistem yang paling rapuh dalam tubuh. Jika Anda tak pintar-pintar dalam menjaga kesehatan reproduksi, bukan tak mungkin Anda akan mengalami berbagai gangguan reproduksi di kemudian hari.

Usia remaja merupakan masa transisi dimana seseorang mengalami pubertas dan perubahan pada sistem reproduksinya yang mulai berfungsi. Pubertas pada remaja perempuan ditandai dengan menstruasi pertama, sedangkan pada remaja laki-laki ditandai dengan mimpi basah.

Sudah selayaknya para remaja dibekali informasi seputar kesehatan reproduksi dan berbagai faktor yang mungkin memengaruhi sistem reproduksi. Tujuan dari hat tersebut agar remaja tidak melakukan hal-hal yang berisiko memberikan efek negatif terhadap kesehatan organ reproduksinya.

Pengenalan tentang cara menjaga organ reproduksi sudah harus dilakukan sejak usia remaja. Lalu, langkah apa saja yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan reproduksi baik untuk pria maupun wanita?

Berikut cara Menjaga Kesehatan Reproduksi

1. Menjaga kebersihan reproduksi

Menjaga kesehatan reproduksi merupakan salah satu langkah paling dasar. Seperti yang kita ketahui secara umum yaitu kebersihan sangat terkait dengan kesehatan. Hal yang dapat dilakukan untuk menjaga kebersihan organ reproduksi yaitu dengan membersihkan area kelamin agar tidak lembab.

Sangat disarankan untuk rutin mengganti pakaian dalam paling tidak 2 kali dalam sehari, adapun pakaian dalam yang digunakan juga berbahan yang nyaman dan menyerap keringat. Para wanita disarankan untuk membersihkan alat kelamin dari depan ke belakang untuk mencegah kuman di bagian anus masuk ke organ reproduksi. Sedangkan laki-laki disarankan untuk khitan atau sunat untuk menurunkan risiko penularan penyakit menular seksual.

2. Perhatikan produk yang digunakan

Penggunakan produk area organ intim tidak bisa sembarangan, karena area ini cukup sensitif. Wanita disarankan untuk tidak langganan menggunakan produk pembersih organ kewanitaan secara rutin. Kandungan bahan dari produk pembersih tersebut dikhawatirkan akan membunuh semua bakteri baik pada area kewanitaan. Padahal bakteri ini sangat penting untuk menjaga pH area tersebut. Jika bakteri baik juga hilang, risiko infeksi justru akan lebih tinggi.

3. Menghindari aktivitas seksual yang berisiko

Pemahaman tentang aktivitas seksual berisiko juga diperlukan. Aktivitas seksual berisiko memiliki beragam bentuk mulai dari hubungan seksual tanpa kontrasepsi hingga berganti-ganti pasangan. Keduanya sama-sama memiliki risiko tinggi menularkan penyakit seksual.

Maka dari itu, mengenalkan risiko penyakit seperti HIV/AIDS dan penyakit menular seksual lainnya pada remaja perlu dilakukan. Jika telah memahami risiko dari aktivitas dan risiko dari berbagai penyakit organ seksual, tentunya seseorang akan lebih sadar akan pentingnya aktivitas seksual yang aman.

4. Menjaga berat tetap ideal

Menjaga berat badan agar tetap ideal merupakan cara menjaga kesehatan organ reproduksi. Berat badan ideal dapat diukur menggunakan kalkulator BMI. Berat badan ideal adalah berat badan yang proporsional, tidak kurang dan tidak berlebihan. Kelebihan dan kekurangan berat badan sering dikaitkan dengan masalah kesehatan, termasuk tingkat kesuburan dan kesehatan sistem reproduksi. Berat badan ideal dapat menjaga keseimbangan hormon dalam tubuh.

5. Asupan makanan gizi seimbang

Menjaga asupan makanan dengan mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang yaitu dengan memenuhi nutrisi sesuai dengan takarannya.

6. Hindari rokok dan alkohol

Rokok dan minuman beralkohol adalah dua hal yang sebaiknya dihindari oleh pria maupun wanita. Keduanya dapat menjadi pemicu berbagai macam masalah kesehatan, termasuk kesehatan reproduksi. Kebiasan merokok dan minum alkohol pada wanita dikaitkan dengan gangguan ovulasi. Sedangkan pada pria, rokok dan alkohol dianggap dapat memengaruhi kualitas sperma.

7. Istirahat cukup

Istirahat cukup adalah salah satu kunci dari hidup sehat. Cara ini juga merupakan langkah untuk menjaga kesehatan organ reproduksi. Kurangnya istirahat dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon yang berpengaruh pada kesuburan.

8. Memeriksakan diri secara rutin

Memeriksakan kesehatan organ reproduksi tidak harus menunggu munculnya gejala penyakit. Sering kali suatu penyakit tidak menunjukkan gejala yang dapat kita sadari. Jika penyakit baru terdeteksi ketika sudah parah, tentu akan lebih sulit untuk mengatasinya.

Pemeriksaan rutin adalah langkah untuk memastikan organ reproduksi Anda sehat dan untuk deteksi dini penyakit agar penanganannya dapat lebih cepat. Pemeriksaan ini harus dilakukan secara rutin baik bagi pria maupun wanita.

Cara menjaga kesehatan reproduksi tidak jauh berbeda dengan cara menjaga kesehatan secara umum. Itulah tips untuk menjaga orang reproduksi agar tetap sehat.

baca juga Tempo online

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here