Vaksin Corona Tersedia Akhir Tahun, Bagaimana Kesiapan Indonesia?

0
14
Vaksin Corona
Vaksin Corona Tersedia Akhir Tahun, Bagaimana Kesiapan Indonesia?

Picolozine.com, Angin segar mengenai pengadaan vaksin Corona (Covid-19) di Indonesia mulai terdengar. Menteri Kordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan bahwa pasokan vaksin Covid-19 akan segera masuk ke Indonesia pada akhir tahun 2020 ini.

“Jika semua berjalan sesuai rencana, Insya Allah kami berharap pasokan vaksin Covid-19 sudah siap pada Desember 2020 dan segera ditindaklanjuti dengan vaksinasi yang mahal di seluruh negeri pada 2021,” ujar Luhut.

Menurut Luhut pemerintah sudah berupaya kuat menekan penyebaran virus Corona. Bahkan pemerintah telah mengalokasikan candangan anggaran untuk penanganan Covid-19 dan vaksinasi pada tahun ini dan tahun depan sebesar Rp 23,24 triliun.

Hal itu sejalan dengan yang disampaikan oleh Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, bahwa aka nada 107 juta jiwa yang menerima vaksin corona. Pemberian vaksinasi akan terbagi dua skema yaitu mandiri dan program pemerintah. Kementerian Kesehatan RI menyebut, vaksin program pemerintah akan diberikan gratis kepada 32 juta orang. Sementara vaksin mandiri diberikan kepada 75 juta orang.

Penerima vaksin Covid-19 Indonesia program pemerintah akan digratiskan untuk para Tenaga kesehatan, pelayan publik, dan penerima BPJS PBI akan diberikan vaksin Sinovac dan vaksin Cova. Sedangakan masyarakat dan pelaku ekonomi bisa melakukan vaksin secara mandiri. Vaksin Sinovac, vaksin Novavax, dan vaksin Merah Putih akan diberikan kepada kelompok mandiri.

Meski ketersediaan vaksin sudah bisa diadakan pada akhir tahun ini, namun BPOM belum bisa memberikan izin Emergency Use of Authorization (EUA) pada tahun ini. Kepala BPOM RI Penny K Lukito memaparkan beberapa data vaksin COVID-19 Indonesia tidak dapat dilengkapi pada akhir tahun ini meliputi seluruh pelaporan uji klinik vaksin COVID-19 fase 1 dan 2 vaksin Sinovac, analisis interim, serta data keamanan vaksin COVID-19 50 persen. Akibatnya, jadwal pemberian vaksin Covid-19 Indonesia rencananya akan mundur.

Mengenai pendistribusiannya, mengingat Indonesia adalah negara yang luas akan tetapi vaksin harus tetap terjaga pada suhu tertentu. Pakar imunisasi, dr Elizabeth Jane Soepardi MPH menjelaskan bahwa proses menjaga suhu vaksin di kondisi ideal dari awal sampai akhir inilah yang disebut cold chain (rantai dingin), untuk menjaga kualitas vaksin itu sejak awal sampai ke pemberian vaksinasi.

“Dari manapun asal vaksinnya itu nanti, akan melalui pabrik vaksin kita di PT Bio Farma,” kata Elizabeth.

Elizabeth menambahkan, Bio Farma sebagai perusahaan farmasi BUMN sudah mempunyai armada untuk menerima dan mendistribusikan vaksin.  “Jadi kita sudah punya depo-depo vaksin. Kemudian provinsi sudah memiliki cold room, atau lemari penyimpanan khusus,” jelasnya.

Indonesia memang sudah bertahun-tahun mengadakan program berbagai vaksinasi, sehingga proses distribusi vaksin Corona di Indonesia bisa dilakukan dari Aceh sampai Papua dan sudah menggunakan sistem cold chain yang baik.

Selain itu, lemari penyimpan berpendingin khusus yang ada di provinsi, juga bisa dipakai untuk menyimpan vaksin dalam jangka waktu 3-6 bulan dengan suhu terjada di angka 2-8 derajat celcius. Pengiriman ini kemudian dapat dilakukan secara bertahap ke level kabupaten atau kota hingga rumah sakit dan puskesmas. Saat keluar dari cold room, vaksin Corona pun harus cepat dimasukkan ke kotak sementara yang dirancang khusus untukmenjaga temperaturnya dalam perjalanan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here